Follow by Email

Sabtu, 02 Juli 2016

Apa itu GROW Model?

Bagi profesional yang berkecimpung di dunia kerja, terlebih di lingkungan Sumber Daya Manusia (SDM), istilah ini suda semestinya menjadi hal yang patut diketahui.

Terkait dengan metode pengembangan SDM, baik itu Coaching atau Mentoring, GROW kerap kali digunakan sebagai pendekatan untuk menjalankan aktivitas pengembangan ini.

Dikembangkan pertama kali oleh Sir John Whitmore pada tahun 1980 melalui bukunya Coaching for Performance, metode ini menjadi salah satu yang paling sering digunakan sampai dengan saat ini. Walaupun beberapa orang lain juga diketahui mengembangkan metode ini, seperti Alan Fine, Graham Alexander, tapi Sir John Whitmore tercatat sebagai pelopornya.

Lalu, apa itu GROW model? 

Mari kita bahas secara singkat.

GROW merupakan singkatan dari 4 hal, yaitu:


- G
oal (Apa Tujuannya)
 
- Reality (Seperti Apa Realitas / Keadaan Saat Ini)

- Options / Obstacles (Apa Saja Pilihan Yang Ada / Apa Saja Kendala Yang Ada)

- Will (Bagaimana Langkah Selanjutnya)

GROW dapat dilihat sebagai sebuah perjalanan. Dimulai dari mau kemana kita pergi (Goal), ada dimana kita sekarang (Reality), pilihan apa saja yang ada / kendala apa saja yang akan ditemui untuk menuju kesana (Options / Obstacles), dan seperti apa rencana yang dimiliki dan bagaimana komitmen menjalankannya (Will).

Untuk siapa GROW model akan bermanfaat?

Baik sang Coach / Mentor dan Coachee / Mentee akan mendapatkan manfaat jika menggunakan pendekatan ini. Mulai dari pendekatan logis dan sistematis yang mempermudah pemahaman, sampai dengan Coachee / Mentee yang akan merasa puas dengan proses dan hasilnya. 

Demikian sekilas mengenai GROW model.

Referensi:
https://www.mindtools.com/pages/article/newLDR_89.htm 
Disarikan dari berbagai sumber