Follow by Email

Senin, 05 Desember 2011

Apa itu Man Power Planning?

Sebuah bisnis yang baik haruslah diatur sedemikian rupa dari berbagai sisi dan cara. Sumber daya yang ada, termasuk manusia pun harus direncanakan dengan teliti dan seksama. Kesalahan, kekeliruan yang terjadi dalam hal perencanaan alokasi karyawan akan menjadi bencana bagi perusahaan atau organisasi. Maka dari itulah, pada setiap awal tahun kerja / tahun fiskal, dilakukan sebuah proses yang disebut Man Power Planning (MPP).

Secara definisi, Man Power Planning adalah suatu proses dan Rencana yang berkaitan dengan bagaimana organisasi mengukur ketersediaan dan kebutuhan akan sumber daya manusia pada masa yang akan datang.

Banyak pihak yang masih menganggap bahwa MPP hanyalah sebuah proses administrasi biasa, padahal manfaat yang bisa diperoleh banyak sekali, yaitu :
1.       Key to Managerial Functions
4 kunci fungsi manajerial, yaitu planning, organizing, directing, controlling sangat dipengaruhi dari SDM yang terlibat di dalamnya, baik dari segi jumlah ataupun kualifikasi.
2.       Efficient Utilization
Kekurangan karyawan akan menurunkan kemampuan perusahaan menangkap peluang bisnis yang ada.
Kelebihan karyawan akan menjadi sumber pemborosan finansial, ditambah lagi dengan resiko segudang perlindungan terhadap karyawan, seperti Aturan Pemberitahuan 30 hari sebelum resign, Pesangon, Asuransi, dan seterusnya, yang akan semakin memberatkan kesehatan perusahaan.
3.       Motivation
Dengan memiliki MPP yang akurat, maka akan menjadi dasar pemberian kompensasi dan benefit yang menarik dan pada akhirnya menjaga motivasi SDM. 
4.       Better Human Relations
Jumlah dan komposisi SDM yang tepat akan menjaga hubungan yang harmonis diantara karyawan.
5.       Higher Productivity
Minimnya pemborosan waktu, biaya, tenaga, dan energi akan meningkatkan produktivitas.

Langkah-langkah melakukan Man Power Planning adalah :
1.       Analisa kondisi SDM saat ini.
-          Diantara data yang perlu dicek adalah jumlah, skill yang dimiliki, umur, tingkat fleksibilitas, jenis kelamin, pengalaman, potensi kemampuan, dst.
-          Lalu, lakukan prediksi apa yang akan terjadi dalam 1, 3, dan 10 tahun ke depan dengan mengacu kepada Turnover Normal, Rotasi / Mutasi / Promosi.
2.       Analisa kebutuhan SDM di masa depan.
Bila pada poin 1 dilakukan analisa terhadap kondisi SDM yang dimiliki saat ini, pada tahap 2 ini dilakukan analisa terhadap rencana bisnis dan dampaknya terhadap kebutuhan karyawan.
Beberapa data yang bisa dijadikan acuan adalah :
-          Prediksi produksi dan penjualan.
-          Rencana penggunaan teknologi baru (mesin, alat kerja)
-          Faktor produktivitas dan efisiensi sebagai akibat training, perubahan organisasi, dst.
-          Rencana perubahan status karyawan (outsourcing)
-          Prediksi perubahan peraturan pemerintah (jamsostek, asuransi, K3, usia pensiun, dst.)

Kedua hal ini dijadikan blue print bagi perusahaan dalam mengatur SDMnya, baik dari segi pemenuhan maupun pengembangan yang diperlukan. Jadi, Man Power Planning bukan Cuma sekedar kegiatan administrasi di atas kertas lho.

Sumber :
Materi Psikologi Industri & Organisasi, Politeknik Manufaktur (POLMAN) Astra

2 komentar: